Menu

Title

Subtitle

Tutorial Analisa Prediksi Dalam Pertandingan Sepak Bola

March 4, 2017
Ketika menonton perbandingan sepakbola di layar kaca kita kerap disajikan aktivitas tebak skor yang dijalani para spesialis. Walau memikat, saya gak percaya memotong skor merupakan sesuatu yang seharusnya dilakukan.

Kalau sepadan untuk fun and games bolehlah, akan tetapi tentu bukan perlu dianggap serius sebab tidak ada dasar logika yang cukup untuk menebak skor akhir sebuah pertandingan.

Eksentrik dengan menebas siapa menyunggi yang akan menang -- atau kalau pertandingan akan berakhir dengan seri. Menebas seperti itu reguler saja dilakukan, walau pada akhirnya globe itu buntar sehingga pemimpin pun terkadang kali cela diprediksi. Mengapa? Karena terselip tata caranya. Ada logikanya. Ada "di atas kertasnya".

Melalui tulisan ini saya akan sebarkan beberapa tips membuat antisipasi yang tertentu. Bukan bermanfaat saya selamanya benar di memprediksi 1 buah pertandingan. Tentu saja tidak, meski pun dengan sekutil berbangga (sediiiikit saja) beta memiliki rekor kebenaran prediksi yang pas tinggi: hitung panjang 3 dari 4 prediksi saya setara kenyataan.

Dua bulan pra terjadi, beta memprediksi mau terjadi All German kesimpulan di Perhubungan Champions. Pada final, termasuk di depan beribu-ribu warga Surabaya yang memenuhi sebuah kegiatan nonton menyerentakkan, saya memprediksi Bayern Munich akan menundukkan Borussia Dortmund, dengan skor akhir 2-1, dan Arjen Robben sebagai penentu kontrol. Sebelum itu saya pun meyakini jika Atletico Madrid akan menundukkan Copa Del Rey. Ujung, saya mengibaratkan Belanda mau mengalahkan Indonesia dengan skor 3-0.

Yang ingin beta tekankan di sini adalah; prediksi bisa sahih bisa cela, tapi yang penting sebuah prediksi telak harus mempunyai dasar mantik atau analisa yang make sense. Tanpa analisa yang benar, 1 buah prediksi hanyalah sebuah roll of the dice, 1 buah keberuntungan semata.

Dengan analisa yang benar maka tempat keberuntungan mengecil. Siapa pemenangnya tetap aja tidak siap diprediksi berdasar pada 100%, bahkan prediksi mengenai skor pucuk. Akan tetapi, presentase kemungkinan kesaksamaan prediksi meningkat tajam.

Abdi ajak Kamu untuk menelaah beberapa antisipasi terakhir beta guna meriwayatkan beberapa rukun penting yang saya serius akan produktif bagi Engkau saat mengira memprediksi perbandingan.

Di antara prediksi yang aku sebut di atas, kejituan soal Atletico saya akui beruntung [karena sepakan Real Madrid berkali-kali mengenai mistar gawang Atletico]. Walau demikian siap logika dalam belakang bayangan tersebut: Atletico juara walaupun Real Madrid jauh lebih berkualitas. Prasarana masa mengutuskan ketidakrukunan pemain Madrid beserta pelatihnya, Jose Mourinho, dan bahkan ketidakrukunan di antara pemain sendiri.

Atas media langka saya merekam kabar jika Ronaldo & Mourinho pula tidak sesuai (berita mengenai hal itu baru terserondok di Nusantara beberapa ruang lalu). Sebagai pelatih beta paham resmi arti keragaman tim di dalam dan di luar tempat dan dampaknya bagi performa tim. Sesuatu ini ditambah faktor Falcao yang selagi on fire, yang memproduksi saya deging memilih Atletico sebagai pemenang.

Tips dugaan 1: Pertimbangkan suasana dalam tim, bahkan saat satu turnamen berlanjur di mana pemain kudu terus rapi tanpa dapat menghindari rekan-rekannya.

Tip bayangan 2: Pertimbangkan kemonceran striker. Saat turnamen berlangsung atau saat festival cup, kemonceran striker demikian menentukan. Tatkala pertandingan persatuan kualitas zaman panjang striker menentukan (bukan kemonceran sesaat), beserta segenap elemen menjimbit lainnya. Saat laga cup/turnamen kemonceran striker lebih mengukuhkanmenjadikan, walau konsistensi keseluruhan menyunggi juga harus dipertimbangkan.

Saat memprediksi kontrol Belanda 3-0 atas Nusantara saya mengikuti hati nurani. Berdasar pada subjektif beta membela Nusantara tentunya. Namun, saat menggunakan kacamata dinamakan objektivitas, kita semua tentu setuju bahwa Belanda rumpang di buat Indonesia. Kemudian mengapa bukan memprediksi skor akhir yang lebih nyata? Pertimbangannya, Belanda tidak akan teralu bersemangat adapun Indonesia bakal bermain sesak gairah, sehingga akan sanggup mereduksi perselisihan kualitas. Oleh karena itu, skor tipis atau luas bisa sekadar diprediksi dengan sound logic -- tapi kebenaran skor akhir yang spesifik, yakni 3-0, ialah keberuntungan semata.

Tips prediksi 3: Hindari membela sebuah tim tatkala membuat bayangan. Kita boleh selalu berjanji tim mahkota kita menang, tapi saat membuat antisipasi tentu logika harus diutamakan di atas fanatisme kukuh.

Saya tersenyum saat menduga di sebuah media peluang tentang persamaan-persamaan final Perkongsian Champions tahun ini beserta tahun 1997 saat Dortmund menjadi spesialis terakhir kali. Banyak pembaca saya serius terpancing untuk memprediksi kelebihan Dortmund berlandaskan fakta-fakta ini. Mereka tenggelam bahwa fakta-fakta tersebut memikat dan benar2 benar memilikinya, namun bukan memiliki kolerasi apapun dengan pertandingan pucuk Liga Champions kali ini. Menghubung-hubungkan sebuah bukti dengan bukti yang lain adalah salah satu contoh dari sekian banyak macam fallacy of logic.

Tips prediksi 4: Jangan terperosok para wartawan yang seringkali mengungkapkan hal-hal yang sifatnya sebatas entertainment (menarik), tapi dijual seakan akan sedang menjadi landasan membuat sebuah prediksi festival.

Dalam vokal yang sama statistik pertandingan antara Dortmund vs Bayern pula dimunculkan lalu bertahun-tahun ke belakang. Karena histori statistik Dortmund memang mulia saat menggulung Bayern, besar yang kemudian menilai BVB akan bisa mengalahkan Bayern di kesimpulan Eropa. Hal ini mengecoh. Mengapa? Sebab statistik masa "Hindia Belanda" tidak ada hubungannya dengan mutakhir. Statistik prolog musim pula biar tidak mampu dengan sama sekali menjadi tonggak. Perkembangan kedua tim mulai pertemuan final perlu dipertimbangkan.

baca selanjutnya Tips bayangan 5: Gunakan statistik terkini. Artinya, fokuskan perhatian Engkau pada statistik pertandingan renggangan kedua menjimbit yang paling dekat beserta saat ini. Kecuali itu pertimbangkan pula skor pertandingan (menang/seri/kalah) dan prestasi permainan (impresif/beruntung/naik-turun/dll. ) kedua tim secara keseluruhan (melawan siapa saja), untuk masa akhir-akhir ini aja.

Karena perkiraan saya sering saya munculkan di twitter (@coachtimo), besar pihak memohon saya menjangka berbagai sayembara lainnya. Paling banyak saya abaikan atau saya tolak beserta alasan redup paham hal kekuatan kedua tim. Tanda saya berikut senafas secara tips antisipasi berikut.

Trik prediksi 6: Jangan sok tahu. Hindari mencoba-coba membuat antisipasi tanpa dilatar belakangi kabar dan wawasan yang elok mengenai kru atau persatuan tersebut. Lamun bukan pakarnya English Premiere League, contohnya, hindari menghasilkan prediksi mengenai MU vs Chelsea. Kalian mustahil sebagai pakar mengenai semua liga yang tersedia. Akui pula.

Tips dugaan 7: Kalian juga bukan seharusnya meneroka setiap pertandingan. Ada waktunya pertandingan luar biasa sulit diprediksi. Analisa Kamu deadlock. Prosentase kemenangan bagi kedua menjulang menurut Kamu 50-50. Lamun sudah amat tahan diri, hindari mendesak diri menciptakan prediksi. Secara demikian prosentase kejituan dugaan anda dengan meningkat.

Sedang banyak suara miring lainnya yang bisa & patut diterapkan dalam memproduksi sebuah prediksi yang terhormat. Karena keterbatasan tempat hamba berhenti cukup di sini dulu.

Ingat: sebuah prediksi yang berkelas bukan melulu ditentukan oleh kesahan prediksi itu. Sebuah perkiraan yang berkelas, baik sahih maupun melenceng, seharusnya dinilai dari reason atau kualitas analisa yang ada dalam belakangnya.

Go Back

Comment

Blog Search

Blog Archive

Comments

There are currently no blog comments.